Surat Cinta Untuk Abangnda R. Saddam Al Jihad

177


sumber foto: IG @hmikaderumat

Belumtitik.com — Assalamualaikum wr. wb Abangnda Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Respiratori Saddam Al Jihad, dipundakmu harapan setiap kader HMI se Nusantara dititipkan.

Pertama, saya mengucapkan selamat telah berhasil sebagai pemenang pada kontestasi politik PB HMI beberapa waktu lalu. Sebagai kandidat termuda dan berhasil menjadi pimpinan organisasi mahasiswa tertua di Indonesia yang memiliki ribuan kader tersebar di seluruh Indonesia.

Surat cinta ini hampir satu bulan terabaikan dan hanya menjadi draft tulisan. Alasannya macam-macam. Keberanian untuk menuliskannya menjadi surat terbuka, sama dengan membiarkan diri kena bully. Bagaimana tidak? Belum selesai ditulis saja sudah ada pesan masuk di whatsapp “genit banget sih…”.

Bukan tanpa alasan melihat latar belakang Abangnda yang berangkat dari kampus ternama di pasundan membuat udara baru di tubuh Himpunan.

Tentu ini bukan sebuah kritikan terhadap kepengurusan PB HMI yang saat ini dinilai sangat “gendut”, tetapi ini adalah konsekuensi logis dari kemenangan yang diraih dengan koalisi besar. Begitu kira-kira pemahaman yang awam ini.

Abangnda Saddam,
Sedikit refleksi apa yang telah terjadi pada kepemimpinan kakanda dalam satu periode ini. Tubuh Himpunan sedikit mengigil mendengar kasus yang terlilit pada abangnda.

Abangnda pasti lebih tahu apa yang terjadi sebenarnya, namun jika kita terawang dan di ibaratkan gagasan dan sumbangsih gugur berjatuhan bersamaan tindakan tidak terpuji abangnda

Seiring berjalannya waktu kami mencoba mengamati dari kejauhan atas kasus yang menimpa abanganda, seharusnya kasus Ammoral seperti ini jauh dari himpunan yang suci ini.

Andai kasus skandal asusila itu benar, maka sempurnah likuifaksi moral di tubuh HMI. kita telah kehilangan kearifan dan keteladanan sekaligus. Menunggu waktu saja, HMI akan ditenggelamkan oleh zaman.Tapi jika Skandal asusilaitu hanya sekedar gosip, maka pembacaan penulis adalah adanya upaya sistematis untuk merusak HMI dari pihak-pihak tertentu. Yang senang jika HMI jadi rusak.

Baca Juga  Papua Tanah Damai, Duka Papua dan Menghilangnya Para Pejuang Papua

Sebagai Ketua Umum setidaknya tahu apa yang akan abanganda lakukan, jika penulis dihapkan kasus seperti itu makan penulis akan mundur dari kursi emas organisasi tertua ini.

Tidak hanya satu kasus untuk alasan mundurnya abanganda dari Ketua Umum, di awal kepengurusan abanganda sudah terlibat polemik dengan seniornya di KAHMI, Pelemik itu dipicu karena respon sadam terhadap pamflet palsu yang beredar atas nama KAHMI dalam mendukung Anis Baswedan maju pencapresan 2019. Padahal menurut siaran pers KAHMI bahwa paflet tersebut bukan bersumber dari KAHMI.

Seharusnya polemik itu tidak terjadi andai Sadam konfirmasi ke seniornya sebelum mengeluarkan penyataan resmi. Setelah polemik itu, orang mulai syak-wasangka dan menaruh curiga. Siapa dibalik itu? Relasinya kesiapa dan bagaimana bisa Abanganda Saddam terjebak dengan respon pamflet palsu tersebut?

Dari situlah bermula diksi “independensi” dan “Politik No, Perkaderan Yes” mulai didengungkan oleh abanganda Sadam. Sebagai upaya untuk menertibkan semacam psikologis syak-wasangka terhadap dirinya.

Kasus-kasus seperti yang menghampiri Abanganda seharusnya jauh dari seorang pemimpin, karena kasus seperti itu dapat menghilangkan selera kepercayaan kami terhadap seorang Ketua Umum PB HMI.

Pemimpin adalah pemberi contoh. Pemimpin yang tumbuh dalam etika yang kuat, berarti ia sedang melangsungkan prsoses trasendensi kepemimpinnya. Karena itu ia dengan mudah mengatasi rayuan materi dan syahwat kekuasaan yang memabukkan. Proses transendensi itu pada ahirnya membentuk rule model. Sebuah contoh dari cetak biru kretatifitas kepemimpinan. Yang kita sebut sebagai, legacy.

Abanganda Saddam,
Sampai saat ini jangankan main main ke Cabang klarifikasi sepatah katapun tidak ada dari abang. Bagi kami itu benar-benar menciderai marwah intelektual yang bersama kita junjung abanganda.

Kalau boleh meminjam istilah jawa “Sabdo Pandhito Ratu” atau titah dari seorang raja yang mucul untuk meredakan dan menyelesaikan ketegangan yang muncul akibat dinamika organisasi yang sebetulnya sedang ditunggu-tunggu oleh kader HMI Se Nusantara. Kami rindu dengan keberanian Abangnda yang tempo hari juga lantang menyuarakan sembilan tuntutan rakyat (Senturi) di Istana Negara.

Baca Juga  Pondok Sudut Kota

Memang benar ada orang bijak yang mengatakan diam itu emas. Tetapi ada saatnya diam itu kita artikan dengan berbicara hal yang sepantasnya. Dalam situasi ini berbicara tentang kebenaran walau itu menyakitkan adalah hal yang pantas. Harapan kami “HMI Sustainable” terus konsisten untuk semangat perubahan dan keberlangsungan.

Abangndaku Saddam
Kami mendengar riuh dan kacau di tubuh Himpunan tertua ini, tetapi penyelesaiannya seakan-akan tanpa pernah sampai ke telinga kami. Kita berharap abangnda Sadam jangan jadikan perihal diatas sebagai gado-gado, campuran kimia dari sifat-sifat loyal dan kecenderungan seorang Brutus, rakitan roh Bismarck, dan psikologi Hamlet, medan pertempuran antara keserakahan dan cita kasih.

Abangnda kami,
Pesan kami terakhir, semoga abangnda sedikit melirik kisah cinta ini, sebagaimana abangnda membaca surat cinta, harapan untuk mendapat balasan tapi cukupklah di balas dengan terobosan, ide dan gagasan inspiratif untuk Himpunan Mahasiswa Islam khususnya di tubuh PB HMI kedepan.

Penulis tidak mengharapkan setangkai bunga yang harum, tetapi hanya berpesan pemimpin dalam Islam adalah seorang pelayan. Karenanya kepemimpinan bukan kemulian (tasyriif) melainkan tugas dan beban (takliif).

Salam Cinta,

Gelembung Pagi.