RR Sebut Pemerintah Konyol Jika Bandingkan Pertumbuhan Ekonomi dengan Negara Maju

12
Rizal Ramli bersama pengurus Asprindo (ist)

Belumtitik.com, Jakarta — Ekonom senior Rizal Ramli menegaskan tidak ada yang perlu dibanggakan dengan kinerja pemerintah dibidang ekonomi.

Bahkan kata dia adalah hal yang konyol jika membandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi negara maju.

 “Kalau negara maju pertumbuhan ekonominya 2 persen saja itu sudah bagus karena rakyatnya sudah makmur, tetapi kalau kita negara berkembang itu harus di atas 8 persen,” ujar RR saat memberikan sambutan pada acara HUT Asprindo ke 1, Rapimnas dan Seminar Asprindo di Best Western Plus Kemayoran Hotel, Sabtu (23/3).

Ketua Dewan Pembina Asprindo itu juga menegaskan bahwa tidak ada negara maju dan kuat di Asia yang saat berkembang pertumbuhan ekonominya hanya 5 persen.

Kata Mantan Menko Ekuin itu rata-rata pertumbuhan ekonomi negara-negara majimu di Asia saat itu adalah dua digit.

“Jepang pertumbuhan ekonominya 12 persen selama 20 tahun, begitupula China yang hampir 13 persen selama hampir 25 tahun. Makanya jadi raksasa,” jelas RR.

Dia menilai capaian kinerja pemerintah yang hanya 5 persen menunjukkan kinerja yang sebatas rata-rata.

Menurutnya, penyebab dari rendahnya capaian kinerja ekonomi pemerintah disebabkan karena menerapkan kebijakan konservatif.

Padahal kata RR, semestinya kebijakan pemerintah lebih agresif di saat ekonomi melambat.

Mantan Menko Ekuin itu juga menyebut bahwa warisan devisit yang sangat besar dan neraca perdagangan yang minus juga menjadi penyebab rendahnya capaian kinerja ekonomi pemerintah.

Baca Juga  Rincian Utang Pemerintah yang Tembus Rp 4.478,5 T