Metro TV Dilaporkan Ke Dewan Pers

89
Andre Rosiade melaporkan Metro TV ke Dewan Pers, Jumat (29/3/2019). (Suara.com/Stephanus Aranditio)

Belumtitik.com – Jurubicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade melaporkan stasiun Metro TV ke Dewan Pers, hari ini (Jumat, 29/3).

Pelaporan ini terkait pemberitaan Metro TV pada Senin (25/3) lalu. Caleg DPR Partai Gerindra Dapil Sumatera Barat 1 mengaku dirugikan dengan pemberitaan Metro TV.

“Hari ini saya melaporkan Metro TV karena membuat berita yang tidak berdasar dan mereka tidak ada di lapangan, tidak mengkonfirmasi saya,” kata Andre di Kantor Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat.

Lanjut Andre, Metro TV diduga telah melanggar kode etik jurnalistik karena tidak ada di lokasi pada saat peristiwa terjadi serta melakukan framing penolakan kampanye yang berlebihan.

“Pagi itu saya datang ke Pasar Senggol di Sitiung Kota lalu datang ke Pasar Kuto Baru nggak ada masalah, lalu pasar ketiga Pasar Sungai Rumbai Baru saya dihadang oleh pendukung Jokowi,” ulasnya.

“20 sampai 30 orang berbaju seragam 01 tidak ada warga dari Sabtu sampai Minggu bahkan Minggu sampai tengah malam masih bertemu warga,” tambahnya.

Andre menjelaskan, laporannya ini agar menjadi pembelajaran bagi stasiun tersebut. Menurutnya Metro TV seperti TVRI di masa lalu yang menjadi ‘corong’ penguasa.

“Supaya ini pembelajaran ya, kita lihat Metro TV sudah berulang kali melakukan pelanggaran, Metro TV sudah menjadi, kalau Metro TV itu, mohon maaf ya sudah menjadi TVRI zaman orba, hanya membela pak Harto dan pemerintahan jaman orba,” tutupnya.

Tidak hanya ke Dewan Pers, Andre juga berencana melaporkan kasus ini ke Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI.

Baca Juga  Anies: Rakyat Butuh Air Bersih Bukan Air Beralkohol