19.5 C
Aceh
Rabu, Juli 15, 2020
Beranda Islam Kisah Perjalanan Imam Nawawi Menuntut Ilmu

Kisah Perjalanan Imam Nawawi Menuntut Ilmu

Imam Nawawi adalah contoh generalis-spesialis di masa lalu yang kini generalis dan spesialis malah mengalami reduksi dan dikotomi

Belumtitik.com – Nama lengkap Imam Nawawi adalah Abu Zakariya Mahyuddin Yahya bin Syaraf bin Murii bin Hasan bin Husain bin Muhammad bin Jumuah bin Hizam An-Nawawi Ad-Dimasyqi. Beliau adalah ulama besar bermazhab Syafi’i yang wafat di usia 45 tahun pada tahun 676 Hijriyah.

Ustaz Teuku Khairul Fazli Lc dalam buku Ushul Fiqih Mazhab Syafi’i yang diterbitkan Rumah Fiqih Publishing menceritakan kisah perjalanan Imam Nawawi menuntut ilmu.

Imam Nawawi menuntut ilmu agama sejak kecil. Ketika anak-anak lain masih suka bermain, beliau memulai perjalanan menuntut ilmunya dengan menghafal Alquran.

Ketika Imam Nawawi berumur 19 tahun, beliau diajak oleh orang tuanya untuk tinggal di Damaskus. Karena Damaskus saat itu merupakan kota santri dan ulama. Beliau disekolahkan oleh orang tuanya di Madrasah Rawahiyah.

Imam Nawawi tidak menyia-nyiakan waktu kecuali untuk menuntut ilmu. Sehingga dalam waktu empat bulan setengah, beliau mampu menghafal kitab Tanbih karya Abu Ishak Syairazi dan menghafal seperempat kitab al-Muhazzab dalam waktu lima bulan setengah.
Sehingga kecerdasan beliau tersebut membuat gurunya kagum dan takjub kepadanya. Hingga akhirnya Imam Nawawi pun dijadikan pengajar di madrasah tersebut.

Imam Nawawi tidak pernah tidur di atas kasur, apabila rasa ngantuk menghampirinya, beliau langsung tidur di atas kitab. Ketika bangun dari tidurnya, beliau berkata, innalillahi wainna ilai rajiun.

“Sungguh saya telah menyia-nyiakan banyak waktu untuk tidur,” kata Imam Nawawi saat terbangun dari tidurnya.
Dalam sehari, Imam Nawawi menghadiri 12 majelis ilmu dari berbagai macam disiplin keilmuan. Di antaranya dua majelis untuk kajian kitab al-Wasith karya Imam Al-Ghazali, dua majelis untuk kajian kitab al-Muhazzab karya Imam Abu Ishaq Asy-Syairazi, dan satu majelis untuk kajian kitab al-Jam’u Baina Shahihain.

Satu majelis untuk kajian kitab Shahih Muslim, satu majelis untuk kajian kitab al-Luma’ karya Ibnu Jinni, dan satu majelis untuk kajian kitab Ishlahul Mantiq karya Ibnu Sakiit. Kemudian satu majelis untuk kajian Tashrif, satu majelis untuk kajian ushul Fiqh (kitab al Luma’ karya Abu Ishaq Asy-Syairazi), satu majelis untuk kajian Asma’ Rijal dan satu majelis untuk kajian Ushuluddin (Aqidah).

Sumber Republika

Redaksihttps://www.belumtitik.com
belumtitik.com - Mencerdaskan Tanpa Menggurui I kirim siaran pers dan artikel ke redaksi@belumtitik.com
- Advertisement -

Terbaru

Salat Bukan Agama

Ketika perdebatan yang dilakukan oleh para ilmuwan, budayawan, sastrawan, wartawan, hingga agamawan. Pada akhir-akhir ini, menarik untuk kita dilirik secara awam dan...
- Advertisement -

Selama Pandemi Corona, Yang Kaya Menjadi Makin Kaya

Belumtitik.com - Ketika menyerang, virus corona tidak mengenal kaya-miskin, semua kalangan bisa terinfeksi. Tapi dampak ekonominya berbeda. Selama krisis corona, mereka yang...

Sains, Filsafat, Agama

Perdebatan “menghadap-hadapkan” agama, filsafat, dan sains sebagai semacam “perselisihan paradigma” berisiko menghadapi problem trilema (dilema namun menyangkut tiga aspek).

Fadli Zon Ingatkan Jokowi Soal Utang BUMN

Belumtitik.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menilai ada tiga kondisi fundamental yang memicu terjadinya krisis finansial pada tahun 1997/1998,...

Artikel Lain

Fitrah Manusia

Allah berfirman di dalam Al-Qur’an surat Ar-Rum yang menjelaskan tentang fitrah umat manusia yang diciptakannya.    فَاَقِمْ وَجْهَكَ...

Inilah Keutamaan Beristri Satu dalam Islam

Belumtitik.com - Sunnah hukumnya bagi laki-laki untuk mencukupkan satu istri saja, sekalipun pada dasarnya ia diperbolehkan untuk menambahnya lagi. Seorang laki-laki dalam Islam pada dasarnya...

Sejahteranya Rakyat di Masa Kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz

Belumtitik.com -- Alkisah, di era kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz Khalifah Dinasti Umayyah mengutus seorang petugas pengumpul zakat, Yahya bin Said untuk memungut zakat ke Afrika....

Godaan Iblis

Belumtitik.com - Dalam surah (7) ayat ke-17 Iblis berjanji akan menggoda manusia dari depan, belakang, kiri dan...

Kisah Nabi Idris a.s. dan Nabi Khidir a.s. (Bagian-1)

Sangat menarik untuk mengkaji perjalanan hidup manusia. hal itu dapat kita belajar melalui kisah nabi, seperti  kisah Nabi Idris...
- Advertisement -