20.6 C
Aceh
Minggu, Juli 12, 2020

Ilmuwan Temukan Cara Ubah Limbah CO2 Jadi Energi Bermanfaat

Populer

SMP Negeri 3 Banda Aceh Ganti Kepala Sekolah

Belumtitik.com - Kabid SMP Dinas Kota Banda Aceh Sulaiman Bakri, S.Pd, M.Pd mengharapkan para kepala sekolah menggunakan analisis SWOT dalam memimpin Sekolah,...

Eksistensi Ilmu Sosial-Politik dalam Pembangunan Kontemporer

Manusia merupakan lokus pembangunan. Stiglitz (2007) melihat bahwa pada dasarnya pembangunan harus mengacu pada transformasi kehidupan manusia, bukan sekedar transformasi ekonomi. Karena itu, manusia...

Mengapa Aceh (Tak) Mungkin Merdeka

Jika dihitung sejak perjanjian GAM dan Jakarta (2005), maka sudah 14 tahun Aceh gagal meraih kemerdekaan dari negara induk...

Aceh Ibu Kota Indonesia

Belumtitik.com -- Sekumpulan anak muda di Banda Aceh terlihat serius berdiskusi soal usulan pemindahan ibu kota. Jokowi dalam pernyataannya mengatakan bahwa pemindahan...
Redaksihttps://www.belumtitik.com
belumtitik.com - Mencerdaskan Tanpa Menggurui I kirim siaran pers dan artikel ke redaksi@belumtitik.com
dok. nationalgeographic.c.oid

Belumtitik.com – Gas sintetik (synthetic gas atau syngas) adalah blok bangunan penting dalam pembuatan bahan kimia. Kebanyakan orang mungkin tidak pernah mendengar tentang syngas, padahal setiap hari itu digunakan untuk produksi obat-obatan, pupuk, plastik serta bahan bakar.

Namun sayangnya, meski syngas—yang merupakan campuran hidrogen dan karbon monoksida—difermentasi untuk menghasilkan energi terbarukan, tapi prosesnya tidak selalu bebas karbon. Seringnya, memproduksi syngas menggunakan gas alam atau produk sisa dari batubara.

Kini, para ilmuwan di Australia mengungkapkan bahwa syngas dapat dibuat dari karbon dioksida dan mereka berhasil menemukan proses yang bisa dilakukan dengan mudah dan murah. Ini merupakan langkah yang sangat menarik karena para insinyur telah meneliti hal ini selama bertahun-tahun.

“Idenya adalah bahwa kita bisa mengambil sumber titik CO2, seperti dari pembangkit listrik tenaga batu bara, pembangkit listrik gas, atau bahkan tambang gas alam—di mana karbon dilepaskan dengan bebas. Pada dasarnya, kami memperbaiki teknologi dari ‘pabrik’ ini,” papar Emma Lovell, ahli kimia dari University of New South Wales (UNSW Sydney).

“Kemudian Anda bisa menangkap CO2 tersebut dan mengubahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi industri,” imbuhnya.

Pendekatan semacam ini secara efektif dapat dilihat sebagai ‘menutup lingkaran karbon’. Karbon yang dilepaskan dalam sebuah proses, digunakan untuk hal lainnya.

Menurut peneliti, masih perlu beberapa waktu sebelum metode ini dipraktikkan. Namun, mengingat banyaknya syngas yang digunakan, produksi ramah lingkungan serta berkelanjutan harus segera dilakukan.

Syngas sering dikatakan sebagai bahan kimia yang setara dengan Lego karena terbuat dari dua blok bangunan, hidrogen dan karbon monoksida, yang masing-masing dapat digunakan untuk membuat sejumlah besar bahan kimia penting dalam industri.

Sayangnya, sebagian besar syngas di seluruh dunia dibuat dengan mereformasi metana—salah satu gas rumah kaca paling kuat—menggunakan uap pada suhu tinggi.

Mencari cara untuk menggunakan teknik ‘menutup lingkaran karbon’ pada pembangkit listrik masih perlu dipelajari lebih lanjut. Namun, para peneliti yakin, metodenya akan lebih murah dan terukur dibanding opsi lain.

Tim sedang bersiap untuk menguji konsep mereka dalam pengaturan yang lebih besar dan lebih rumit untuk memastikannya tetap efektif jika diaplikasikan dalam kondisi kimia yang keras di pabrik industri di kehidupan nyata.

Studi dipublikasikan pada Advanced Energy Materials

Redaksihttps://www.belumtitik.com
belumtitik.com - Mencerdaskan Tanpa Menggurui I kirim siaran pers dan artikel ke redaksi@belumtitik.com
- Advertisement -

Artikel Terkini

Salat Bukan Agama

Ketika perdebatan yang dilakukan oleh para ilmuwan, budayawan, sastrawan, wartawan, hingga agamawan. Pada akhir-akhir ini, menarik untuk kita dilirik secara awam dan...

Selama Pandemi Corona, Yang Kaya Menjadi Makin Kaya

Belumtitik.com - Ketika menyerang, virus corona tidak mengenal kaya-miskin, semua kalangan bisa terinfeksi. Tapi dampak ekonominya berbeda. Selama krisis corona, mereka yang...

Sains, Filsafat, Agama

Perdebatan “menghadap-hadapkan” agama, filsafat, dan sains sebagai semacam “perselisihan paradigma” berisiko menghadapi problem trilema (dilema namun menyangkut tiga aspek).

Fadli Zon Ingatkan Jokowi Soal Utang BUMN

Belumtitik.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menilai ada tiga kondisi fundamental yang memicu terjadinya krisis finansial pada tahun 1997/1998,...

Fitrah Manusia

Allah berfirman di dalam Al-Qur’an surat Ar-Rum yang menjelaskan tentang fitrah umat manusia yang diciptakannya.    فَاَقِمْ وَجْهَكَ...
- Advertisement -

Artikel Lain

- Advertisement -