Cara Meningkatkan Stamina di Atas Ranjang

195
Persoalan ranjang bisa menjadi pemicu perceraian

Belumtitik.com – Stamina adalah salah satu kebutuhan utama bagi pria dalam melakukan hubungan seks. Seperti yang Anda ketahui sendiri dari berbagai sumber, bahwa pria yang bisa bertahan lama di tempat tidur adalah standar yang disukai para kaum hawa.

Bagi sebagian orang, sesi yang lama dalam berhubungan seks adalah salah satu cara untuk memperoleh kepuasan.Sayang, terkadang stamina pria yang turun membuat kenikmatan tersebut sulit untuk dicapai.

Menurut Dr. David R. Paolone, Lektor Kepala di Departemen Urologi, University of Wisconsin School of Medicine and Public Health, ereksi sering dijadikan barometer kesehatan secara keseluruhan baik secara fisik mau pun psikologis. Kenyataannya tidak hanya sampai di sana karena hal tersebut juga berkaitan dengan daya tahan dalam berhubungan seksual.

Dr. Paolone dan Eric Marlowe Garrison, terapis klinis dan penulis Mastering Multiple Position Sex, menawarkan beberapa saran dalam meningkatkan stamina tubuh pria. Berikut beberapa saran dari ahli.

Latih Fisik Anda

Dalam semua kasus, jika seorang pria ingin memperhatikan daya tahan seksualnya, hal tersebut sebenarnya dapat diketahui melalui kondisi fisiknya. Kekurangan daya tahan seksual tidak selalu bisa didefinisikan dengan stamina dalam berolahraga dan usia. Bahkan atlet yang masih muda pun dapat mengalami kesulitan ini, sedangkan orang yang sudah berusia lanjut masih banyak yang tidak memiliki masalah dalam berhubungan intim.

Pendapat tentang stamina pria dalam berhubungan seksual itu berkaitan dengan stamina ketika berolahraga adalah sebuah mitos. Menurut Paolone, hubungan seksual itu tidak sekejam yang Anda pikirkan.

Dari sudut pandang kardiovaskuler, energi yang dibutuhkan untuk berhubungan intim adalah setara dengan menaiki anak tangga sejauh dua lantai. Jadi jika seorang pria secara fisik benar-benar tidak mampu mendapatkan kehidupan seksual yang cukup maka dapat dikatakan bahwa pria itu mengalami masalah kesehatan.

Baca Juga  Kondisi Ini Membuat Kita Jadi Tidak Bisa Berimajinasi

Ubah Teknik Masturbasi Anda

Dalam beberapa kasus, teknik masturbasi yang dilakukan pria dapat menghalangi kemampuannya untuk menikmati seks bersama pasangannya. Perbedaan dalam keketatan dan pelumasan mungkin hanya cukup untuk memuaskan dirinya sendiri. Dalam situasi tertentu seperti ketika Anda sedang menyoba posisi seks baru atau ketika berhubungan intim di kamar mandi, juga bisa menjadi pilihan sebagai variasi.

Coba Terapi Perilaku (Behavioral Therapy)

Cara klasik untuk mengatasi ejakulasi dini adalah melalui terapi perilaku. Ini termasuk teknik meremas Master and Johnson yang terkenal, di mana seorang pria membawa dirinya hampir mendekati orgasme kemudian meremas bagian bawah kepala penis untuk mendorong darah kembali ke bawah, agar dapat menghindari ejakulasi.

Bagi beberapa pria, dengan berhenti sejenak dan tidak meremas, merupakan salah satu cara yang efektif. Begitu sensasi ingin orgasme telah berlalu, maka aktivitas seksual bisa dilanjutkan lagi.

Keterlibatan Pasangan

Terlepas dari masalah stamina, pria harus memastikan pasangannya (jika ada) menjadi bagian dari solusi masalah berhubungan intim. Beberapa masalah ketahanan pria berasal dari kekhawatiran bahwa mereka tidak memenuhi harapan yang diinginkan pasangannya tapi satu-satunya cara mereka agar benar-benar mengetahui hal itu adalah dengan mengajak pasangannya menjelaskan kepuasan yang didapatnya. Banyak yang mungkin akan terkejut bila mendengar bahwa daya tahan mereka sama sekali tidak menjadi masalah bagi pasangannya.

Kendalikan Depresi dan Stres

Dalam kasus disfungsi ereksi, keadaan mental bisa menjadi faktor yang besar. Jika seseorang mengalami depresi atau terlalu stres, hal ini dapat tiba-tiba dan secara dramatis memengaruhi aktivitas seksual mereka, terlepas dari semua hal lain yang dianggap baik-baik saja.

“Anda bisa memiliki seseorang yang sehat secara fisik tapi jika mereka depresi, maka mereka tidak memiliki stamina apapun,” kata Garrison. Karena ini adalah masalah mental dan bukan masalah fisik. Dalam kasus stres, depresi, atau alasan psikologis lain dalam hal kesulitan seksual, berkonsultasi dengan seorang profesional medis merupakan langkah awal yang cukup penting dilakukan agar vitalitas tubuh seorang pria kembali lagi.

Baca Juga  Posisi Tidur yang Tepat agar Asam Lambung Tidak Kambuh

Kenali Disfungsi Ereksi yang Akan Dialami

Bahkan pria yang paling sehat dan jantan pun cepat atau lambat akan mengalami masalah dengan fungsi seksualnya. Menurut Paolone, pria suka berpikir bahwa penis mereka harus bekerja dengan baik setiap saat ketika dibutuhkan. Hal tersebut bukanlah sesuatu yang realistis bagi pria berusia di atas 18 tahun.

Ketika disfungsi terjadi pertama kali, terutama pada mereka yang tidak menduga hal tersebut akan terjadi pada diri mereka, dapat menyebabkan kecemasan dan bahkan ketakutan bahwa hal tersebut akan terjadi secara berulang.

Bahkan dengan mengetahui bahwa tidak ada penis yang sempurna terkadang tidak menyelesaikan masalah sehingga terkadang dokter meresepkan viagra hanya untuk mengembalikan rasa percaya diri pasien.

Intervensi Medis

Bagi pria yang masalah staminanya berasal dari disfungsi ereksi atau ejakulasi dini, ada banyak pilihan medis yang berbeda untuk mengatasi masalah ini, termasuk penggunaan obat-obatan dan tindakan yang lebih serius seperti terapi injeksi dan implan penis.

Untuk kasus ejakulasi dini, terapi perilaku sering digunakan mengatasi kasus ini tapi Paolone menemukan bahwa banyak pasiennya lebih suka pergi untuk memperbaikinya dengan cara cepat melalui pengobatan SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitor).

Intervensi medis telah menjadi cara yang populer untuk mengatasi masalah ketahanan, terutama pil disfungsi ereksi, namun Garrison memperingatkan bahwa pria seharusnya tidak mengharapkan seks yang memuaskan dengan mengonsumsi obat tersebut, “Ini tidak terlalu memberi efek banyak,” katanya.

“Mereka para pria yang minum obat akan mengalami ereksi tapi mungkin banyak pria tidak tahu apa yang didapatkan dari obat itu. Mungkin harapannya setelah mengonsumsi obat itu efeknya tidak ada.”

Cara Lain untuk Memikirkan tentang Seks

Bagi sebagian pria, ketidakpuasan mereka terhadap daya tahan seksual mereka dapat diatasi dengan perubahan pola pikir. Hanya karena pria berejakulasi dini atau kehilangan ereksinya, tidak berarti dia masih belum bisa berhubungan intim. Seluruh tubuh manusia dapat digunakan secara seksual dan aktivitas seksual datang sendirinya dalam berbagai bentuk.

Baca Juga  Resmikan Kamar Rawat Inap VIP dan Super VIP RSUD Meuraxa, Ini Kata Walikota

Hanya karena salah satu cara tidak bekerja, tidak berarti yang lain tidak bisa. “Jangan berhenti begitu saja,” kata Garrison. “Terus berjalan dan Anda akan menemukan betapa menariknya tubuh Anda terhadap orang lain.” Katanya.