Caleg: Antara Popularitas, Elektabilitas, Kapasitas, Dan Isi Tas

155
Ilustrasi. Poster caleg (ist)

Belumtitik.com – Drama politik paling kolosal di Indonesia dimulai. Sebanyak 20.392 calon anggota legislatif sudah berkampanye. Peta sebaran caleg masih menunjukkan dominasi “para bintang” di posisi “nomor cantik,” terutama di dapil-dapil Pulau Jawa.

Ada empat faktor yang selalu diyakini para politisi sangat mempengaruhi kontestasi elektoral: popularitas, elektabilitas, kapasitas dan logistik. Yang terakhir, biasanya diplesetkan dengan istilah “isi tas.”

Konotasinya, tentu tidak melulu soal money politics. Kebutuhan logistik terkait dengan alat peraga kampanye hingga sosialisasi, sulit untuk bisa dihindari oleh setiap calon anggota legislatif.

Pemilu 2019 ini berbeda. Pelaksanaan serentak antara pemilihan legislatif dan pemilihan presiden-wakil presiden, menguatkan spekulasi bahwa dua faktor: popularitas dan elektabilitas capres-cawapres akan mempengaruhi keterpilihan  calon legislatif pada parpol pengusung pasangan capres-cawapres.

Selain itu, ada lumbung-lumbung dan basis basis suara yang akan diperebutkan dengan sangat ketat. Secara geopolitik, titik-titik merebut lumbung dan basis itu masih ada di Pulau Jawa.

Benarkah demikian?

Pakar Komunikasi Politik Universitas Airlangga, yang juga Direktur Pusat Kajian Komunikasi Politik Surabaya DR Suko Widodo atau akrab dipanggil Cak Sukowi mengingatkan dengan tegas.

Bahwa, dalam pemilu serentak 2019 nanti, tidak ada signifikasi antara perolehan suara pada pilpres dengan perolehan suara parpol di pileg.

“Pilpres tidak berpengaruh terhadap pileg. Tidak berseiring,” kata Cak Sukowi, tegas.

Sebagai penguat analisisnya, Cak Sukowi mengungkapkan temuan dari survei yang pernah dilakukan oleh Puskakom Surabaya. “Akan terjadi anomali politik, ungkapnya.

Diakui bahwa terjadinya anomali politik itu, salah satu faktor utamanya karena dampak pilkada serentak.

Diungkapkan, dalam kontestasi pemilihan legislatif, kota-kota utama di Pulau Jawa masih menjadi daerah penting untuk direbut. Karenanya, persaingan parpol sangat berat.

Hal ini bisa dilihat dari nama-nama yang diusung partai politik pada daftar caleg. Pada dapil-dapil yang ada di Pulau Jawa, nama-nama itu memiliki bobot dan nilai yang berbeda.

Baca Juga  Implementatif Kode Etik Guru

Puskakom memprediksi kemungkinan terjadinya perubahan peta kekuatan caleg. Terutama di Pulau Jawa. Salah satu faktor yang akan menguat adalah sikap kritis publik.