Beredar Surat Perintah Caleg PKB DKI Bawa 100 Orang di Kampanye Jokowi

17

Belumtitik.com — Beredar sebuah surat di media sosial yang isinya perintah dari DPW PKB DKI Jakarta bagi calegnya. Para caleg DPRD DKI Jakarta diminta membawa 100 orang pada kampanye Jokowi pada Sabtu, 13 April 2019 di Gelora Bung Karno (GBK).

“Setiap caleg membawa 100 orang peserta, DPW DKI Jakarta akan membantu uang Rp50 ribu per orang,” bunyi surat tersebut.

Dalam surat tersebut juga tertulis, uang tersebut akan dibagikan di pintu masuk GBK. Bahkan juga dicantumkan nama dan nomor telepon sebagai konfirmasinya.

Surat bertanggal 9 April 2019 tersebut ditandatangani Ketua DPW PKB DKI Jakarta, Hasbiallah Ilyas. Untuk diketahui, lebih dari 500 pesohor yang terdiri atas artis, musisi, dan budayawan bakal menggelar konser ‘Putih Bersatu’ sebagai bentuk dukungan mereka kepada pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pemilu 2019.

Mereka, bersama kelompok relawan dan partai politik pengusung mengadakan perhelatan akbar sekaligus menutup masa kampanye terbuka pada Sabtu 13 April 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Gerakan itu dinamai dengan tagar #BarengJokowi.

Saat dikonfirmasi VIVA, Wakil Sekjen DPP PKB Daniel Johan mengaku tidak menahu terkait hal tersebut. Menurutnya itu urusan DPW PKB DKI Jakarta.

Bantahan PKB

PKB membantah surat perintah yang beredar tentang pengerahan massa dan memberikan uang Rp 50 ribu ke massa yang datang di kampanye akbar Jokowi-Ma’ruf di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Selatan. PKB menegaskan surat perintah itu adalah hoax.

“Setiap caleg mengirim 100 orang peserta, DPW PKB DKI akan membantu transport Rp 50.000 perorang. Dan akan diberikan di pintu masuk GBK sesuai jumlah peserta yang hadir,” bunyi salah satu petikan surat yang viral. Surat yang beredar di media sosial itu ditandatangani Ketua DPW PKB DKI Jakarta, Hasbiallah Ilyas.

Baca Juga  Dugaan Jual Beli Suara Di Malaysia

Saat dikonfirmasi, Hasbi menyebut surat itu hoax. Dia menegaskan PKB DKI tidak pernah menjanjikan Rp 50 ribu ke peserta kampanye Jokowi yang dibawa oleh calenya.

“Itu bohong, itu hoax, itu tidak benar, dan saya akan usut siapa yang menyebarkan hoax itu. Itu fitnah yang keji, karena tanda tangan saya juga dipalsukan di situ,” ujar Hasbi saat dikonfirmasi, Jumat (12/4/2019).

Hasbi mengaku tidak pernah menandatangani surat seperti itu. Dia menegaskan seluruh surat keluar dan masuk di DPW PKB pasti melaluinya, namun untuk surat ini dia mengaku tidak pernah mengetahuinya.

“Ya nggak ada, saya nggak pernah tanda tangan, semua kan keluar masuk surat itu di DPW harus melalui saya. Nggak ada itu,” katanya.

Dia juga mengatakan akan menuntut pihak yang menyebarkan surat itu. Hasbi mengatakan telah melaporkan hal ini ke KPUD DKI Jakarta.

“Itu hoax, palsu, dan saya akan tuntut itu, saya sudah kirim itu ke KPUD Provinsi bahwa itu tidak benar,” jelasnya.

Hasbi menjelaskan tidak benar bahwa PKB meminta caleg untuk mengirim 100 massa seperti yang ditulis di surat beredar itu. Dia mengaku PKB hanya menginstruksikan bagi kadernya yang mendukung Jokowi datang ke GBK.

“Sampai hari ini, kita mengerahkan itu hanya untuk relawan-relawan saja yang mau, bukan dari caleg, caleg nggak ada urusan sama caleg, yang kita instruksikan itu kader PKB yang memang dukung Jokowi, nggak ada buat apa caleg-caleg,” tegasnya.